Archive

Archive for the ‘Tips’ Category

Kurang Ide

10 April 2009 Leave a comment

Kurang ide. Kata yang tepat untuk menggambarkan blog ini. Kurang atau kehilangan? tidak jauh beda. Menyebabkan keringnya kreatifitas, efek sampingnya (salah satunya) blog ini tidak terisi dengan tulisan-tulisan yang baru dan segar. Salah satu solusi perubahan untuk mengembalikan ide brilian yang segar adalah dengan banyak membaca, mencari info dan berita terbaru. Ya, intinya mencari info, meramunya di kepala lalu dikeluarkan dengan kata-kata sendiri. Ide dan kreatifitas. Bukan kehilangan hanya kekurangan…

Categories: Tips, tulis

Story About Kebangkitan Nasional

19 May 2008 Leave a comment

Di berbagai media, di tengah kesulitan hidup yang kian melilit rakyat, di
tengah kemiskinan yang kian menjadi, di tengah keputus-asaan rakyat banyak
yang kian membuncah, di tengah himpitan kemelaratan, di tengah pesta korupsi
dan mark-up anggaran negara (baca: uang rakyat) yang dilakukan para pejabat
negara, memasuki bulan Mei 2008 bangsa ini dicekoki dengan ‘Momentum 1 Abad
Kebangkitan Nasional’. Hal ini tentunya dikaitkan dengan berdirinya
organisasi Boedhi Oetomo pada tanggal 20 Mei 1908.

Jika salah satu syair dari Taufiq Ismail berjudul “Malu Aku Jadi Orang
Indonesia’, maka sekarang ini judul syair tersebut bertambah relevan. Betapa
memalukannya sebuah bangsa yang katanya besar ternyata masih saja salah
menetapkan tonggak kebangkitannya sendiri. Dan parahnya, hal ini ternyata
didukung oleh tokoh-tokoh dan partai Islam yang seharusnya menjadi agen
pencerahan bangsa.

Sayyid Quthb di dalam “Tafsir Baru Atas Realitas” (1996) menyatakan
orang-orang yang mengikuti sesuatu tanpa pengetahuan yang cukup adalah sama
dengan orang-orang jahiliyah, walau orang itu mungkin seorang ustadz bahkan
profesor. Jangan sampai kita “Fa Innahu Minhum” (kita menjadi golongan
mereka) terhadap kejahiliyahan.

Situs eramuslim.com sekurangnya sudah tiga kali memuat tentang organisasi
Boedhi Oetomo (BO) dan memaparkan bahwa organisasi ini sama sekali tidak
berhak dijadikan tonggak kebangkitan nasional karena BO sama sekali tidak
pernah mencita-citakan kemerdekaan, pro-penjajahan yang dilakukan Belanda,
dan banyak tokohnya anggota aktif Freemasonry yang merupakan organisasi
pendahulu dari Zionisme. Seharusnya, tonggak kebangkitan nasional disematkan
pada momentum berdirinya organisasi Syarikat Dagang Islam (SDI) yang
kemudian berubah menjadi Syarikat Islam (SI) pada tahun 1905, tiga tahun
sebelum BO.

Sebab itu, agar kita lagi-lagi tidak salah menganggap tahun 2008 ini sebagai
Momentum 1 Abad Kebangkitan Nasional, maka Kami lagi-lagi menurunkan artikel
terkait hal tersebut, agar kebenaran tetaplah kebenaran, dan sama sekali
tidak akan goyah walau dengan alasan politis sekali pun. Sejarah adalah
History, bukan His-Story!

*Penghinaan Terhadap Perjuangan Umat Islam*

Dipilihnya tanggal 20 Mei sebagai Hari Kebangkitan Nasional, sesungguhnya
merupakan suatu penghinaan terhadap esensi perjuangan merebut kemerdekaan
yang diawali oleh tokoh-tokoh Islam. Karena organisasi Syarikat Islam (SI)
yang lahir terlebih dahulu dari Boedhi Oetomo (BO), yakni pada tahun 1905,
yang jelas-jelas bersifat nasionalis, menentang penjajah Belanda, dan
mencita-citakan Indonesia merdeka, tidak dijadikan tonggak kebangkitan
nasional.

Mengapa BO yang terang-terangan antek penjajah Belanda, mendukung penjajahan
Belanda atas Indonesia, a-nasionalis, tidak pernah mencita-citakan Indonesia
merdeka, dan anti-agama malah dianggap sebagai tonggak kebangkitan bangsa?
Ini jelas kesalahan fatal.

Akhir Februari 2003, sebuah amplop besar pagi-pagi telah tergeletak di atas
meja kerja penulis. Pengirimnya KH. Firdaus AN, mantan Ketua Majelis Syuro
Syarikat Islam kelahiran Maninjau tahun 1924. Di dalam amplop coklat itu,
tersembul sebuah buku berjudul “Syarikat Islam Bukan Budi Utomo: Meluruskan
Sejarah Pergerakan Bangsa” karya si pengirim. Di halaman pertama, KH.
Firdaus AN menulis: “Hadiah kenang-kenangan untuk Ananda Rizki Ridyasmara
dari Penulis, Semoga Bermanfaat!” Di bawah tanda tangan beliau tercantum
tanggal 20. 2. 2003.

KH. Firdaus AN telah meninggalkan kita untuk selama-lamanya. Namun
pertemuan-pertemuan dengan beliau, berbagai diskusi dan obrolan ringan
antara penulis dengan beliau, masih terbayang jelas seolah baru kemarin
terjadi. Selain topik pengkhianatan the founding-fathers bangsa ini yang
berakibat dihilangkannya tujuh buah kata dalam Mukadimmah UUD 1945, topik
diskusi lainnya yang sangat konsern beliau bahas adalah tentang Boedhi
Oetomo.

“BO tidak memiliki andil sedikit pun untuk perjuangan kemerdekan, karena
mereka para pegawai negeri yang digaji Belanda untuk mempertahankan
penjajahan yang dilakukan tuannya atas Indonesia. Dan BO tidak pula turut
serta mengantarkan bangsa ini ke pintu gerbang kemedekaan, karena telah
bubar pada tahun 1935. BO adalah organisasi sempit, lokal dan etnis, di mana
hanya orang Jawa dan Madura elit yang boleh menjadi anggotanya. Orang Betawi
saja tidak boleh menjadi anggotanya, ” tegas KH. Firdaus AN.

BO didirikan di Jakarta tanggal 20 Mei 1908 atas prakarsa para mahasiswa
kedokteran STOVIA, Soetomo dan kawan-kawan. Perkumpulan ini dipimpin oleh
para ambtenaar, yakni para pegawai negeri yang setia terhadap pemerintah
kolonial Belanda. BO pertama kali diketuai oleh Raden T. Tirtokusumo, Bupati
Karanganyar kepercayaan Belanda, yang memimpin hingga tahun 1911. Kemudian
dia diganti oleh Pangeran Aryo Notodirodjo dari Keraton Paku Alam Yogyakarta
yang digaji oleh Belanda dan sangat setia dan patuh pada induk semangnya.

Di dalam rapat-rapat perkumpulan dan bahkan di dalam penyusunan anggaran
dasar organisasi, BO menggunakan bahasa Belanda, bukan bahasa Indonesia.
“Tidak pernah sekali pun rapat BO membahas tentang kesadaran berbangsa dan
bernegara yang merdeka. Mereka ini hanya membahas bagaimana memperbaiki
taraf hidup orang-orang Jawa dan Madura di bawah pemerintahan Ratu Belanda,
memperbaiki nasib golongannya sendiri, dan menjelek-jelekkan Islam yang
dianggapnya sebagai batu sandungan bagi upaya mereka, ” papar KH. Firdaus
AN.

Di dalam Pasal 2 Anggaran Dasar BO tertulis “Tujuan organisasi untuk
menggalang kerjasama guna memajukan tanah dan bangsa Jawa dan Madura secara
harmonis. ” Inilah tujuan BO, bersifat Jawa-Madura sentris, sama sekali
bukan kebangsaan.

Noto Soeroto, salah seorang tokoh BO, di dalam satu pidatonya tentang
Gedachten van Kartini alsrichtsnoer voor de Indische Vereniging berkata:
“Agama Islam merupakan batu karang yang sangat berbahaya… Sebab itu soal
agama harus disingkirkan, agar perahu kita tidak karam dalam gelombang
kesulitan. “

Sebuah artikel di “Suara Umum”, sebuah media massa milik BO di bawah asuhan
Dr. Soetomo terbitan Surabaya, dikutip oleh A. Hassan di dalam Majalah
“Al-Lisan” terdapat tulisan yang antara lain berbunyi, “Digul lebih utama
daripada Makkah”, “Buanglah Ka’bah dan jadikanlah Demak itu Kamu Punya
Kiblat!” (M. S) Al-Lisan nomor 24, 1938.

Karena sifatnya yang tunduk pada pemerintahan kolonial Belanda, maka tidak
ada satu pun anggota BO yang ditangkap dan dipenjarakan oleh Belanda. Arah
perjuangan BO yang sama sekali tidak berasas kebangsaan, melainkan
chauvinisme sempit sebatas memperjuangkan Jawa dan Madura saja telah
mengecewakan dua tokoh besar BO sendiri, yakni Dr. Soetomo dan Dr. Cipto
Mangunkusumo, sehingga keduanya hengkang dari BO.

Bukan itu saja, di belakang BO pun terdapat fakta yang mencengangkan. Ketua
pertama BO yakni Raden Adipati Tirtokusumo, Bupati Karanganyar, ternyata
adalah seorang anggota Freemasonry. Dia aktif di Loge Mataram sejak tahun
1895.

Sekretaris BO (1916), Boediardjo, juga seorang Mason yang mendirikan
cabangnya sendiri yang dinamakan Mason Boediardjo. Hal ini dikemukakan dalam
buku “Tarekat Mason Bebas dan Masyarakat di Hindia Belanda dan Indonesia
1764-1962″ (Dr. Th. Stevens), sebuah buku yang dicetak terbatas dan hanya
diperuntukan bagi anggota Mason Indonesia.

Dr. Soetomo dan Dr. Cipto Mangunkusumo Kecewa dengan BO

Karena BO tidak pernah membahas kebangsaan dan nasionalisme, mendukung
penjajahan Belanda atas Indonesia, anti agama, dan bahkan sejumlah tokohnya
ternyata anggota Freemasonry. Ini semua mengecewakan dua pendiri BO sendiri
yakni Dr. Soetomo dan Dr. Cipto Mangunkusumo, sehingga keduanya akhirnya
hengkang dari BO.

Tiga tahun sebelum BO dibentuk, Haji Samanhudi dan kawan-kawan mendirikan
Syarikat Islam (SI, awalnya Syarikat Dagang Islam, SDI) di Solo pada tanggal
16 Oktober 1905. “Ini merupakan organisasi Islam yang terpanjang dan tertua
umurnya dari semua organisasi massa di tanah air Indonesia, ” tulis KH.
Firdaus AN.

Berbeda dengan BO yang hanya memperjuangkan nasib orang Jawa dan Madura—juga
hanya menerima keanggotaan orang Jawa dan Madura, sehingga para pengurusnya
pun hanya terdiri dari orang-orang Jawa dan Madura—sifat SI lebih
nasionalis. Keanggotaan SI terbuka bagi semua rakyat Indonesia yang
mayoritas Islam. Sebab itu, susunan para pengurusnya pun terdiri dari
berbagai macam suku seperti: Haji Samanhudi dan HOS. Tjokroaminoto berasal
dari Jawa Tengah dan Timur, Agus Salim dan Abdoel Moeis dari Sumatera Barat,
dan AM. Sangaji dari Maluku.

Guna mengetahui perbandingan antara kedua organisasi tersebut—SI dan BO—maka
di bawah ini dipaparkan perbandingan antara keduanya:

Tujuan:

– SI bertujuan Islam Raya dan Indonesia Raya,

– BO bertujuan menggalang kerjasama guna memajukan Jawa-Madura (Anggaran
Dasar BO Pasal 2).

Sifat:

– SI bersifat nasional untuk seluruh bangsa Indonesia,

– BO besifat kesukuan yang sempit, terbatas hanya Jawa-Madura,

Bahasa:

– SI berbahasa Indonesia, anggaran dasarnya ditulis dalam bahasa Indonesia,

– BO berbahasa Belanda, anggaran dasarnya ditulis dalam bahasa Belanda

Sikap Terhadap Belanda:

– SI bersikap non-koperatif dan anti terhadap penjajahan kolonial Belanda,

– BO bersikap menggalang kerjasama dengan penjajah Belanda karena sebagian
besar tokoh-tokohnya terdiri dari kaum priyayi pegawai pemerintah kolonial
Belanda,

Sikap Terhadap Agama:

– SI membela Islam dan memperjuangkan kebenarannya,

– BO bersikap anti Islam dan anti Arab (dibenarkna oleh sejarawan Hamid
Algadrie dan Dr. Radjiman)

Perjuangan Kemerdekaan:

– SI memperjuangkan kemerdekaan Indonesia dan mengantar bangsa ini melewati
pintu gerbang kemerdekaan,

– BO tidak pernah memperjuangkan kemerdekaan Indonesia dan telah membubarkan
diri tahun 1935, sebab itu tidak mengantarkan bangsa ini melewati pintu
gerbang kemerdekaan,

Korban Perjuangan:

– Anggota SI berdesak-desakan masuk penjara, ditembak mati oleh Belanda, dan
banyak anggotanya yang dibuang ke Digul, Irian Barat,

– Anggota BO tidak ada satu pun yang masuk penjara, apalagi ditembak dan
dibuang ke Digul,

Kerakyatan:

– SI bersifat kerakyatan dan kebangsaan,

– BO bersifat feodal dan keningratan,

Melawan Arus:

– SI berjuang melawan arus penjajahan,

– BO menurutkan kemauan arus penjajahan,

Kelahiran:

– SI (SDI) lahir 3 tahun sebelum BO yakni 16 Oktober 1905,

– BO baru lahir pada 20 Mei 1908,

Seharusnya 16 Oktober

Hari Kebangkitan Nasional yang sejak tahun 1948 kadung diperingati setiap
tanggal 20 Mei sepanjang tahun, seharusnya dihapus dan digantikan dengan
tanggal 16 Oktober, hari berdirinya Syarikat Islam. Hari Kebangkitan
Nasional Indonesia seharusnya diperingati tiap tanggal 16 Oktober, bukan 20
Mei. Tidak ada alasan apa pun yang masuk akal dan logis untuk menolak hal
ini.

Jika kesalahan tersebut masih saja dilakukan, bahkan dilestarikan, maka saya
khawatir bahwa jangan-jangan kesalahan tersebut disengaja. Saya juga
khawatir, jangan-jangan kesengajaan tersebut dilakukan oleh para pejabat
bangsa ini yang sesungguhnya anti Islam dan a-historis.
Jika keledai saja tidak terperosok ke lubang yang sama hingga dua kali, maka
sebagai bangsa yang besar, bangsa Indonesia seharusnya mulai hari ini juga
menghapus tanggal 20 Mei sebagai Hari Kebangkitan Nasional, dan melingkari
besar-besar tanggal 16 Oktober dengan spidol merah dengan catatan “Hari
Kebangkitan Nasional”. (Rizki Ridyasmara: Eramuslim ; Jumat, 2 Mei 08)


“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada
kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar;
merekalah orang-orang yang beruntung.”

(TQS: Surat ALI IMRAN, 104)

Categories: Info, Islam, Tips

IPK dibawah standar – Tanya Jawab

18 May 2008 Leave a comment

source : eramuslim.com

Bisakah IPK di Bawah Standar Kerja di Perusahaaan Impian?

Assalamu alaikum Wr. Wb.

Pak Adhi, saya adalah lulusan fisika salah satu PTN di Solo. Selama ini saya ragu-ragu untuk mengirimkan surat lamaran karena biasanya terdapat syarat administratif IPK harus di atas 2, 75 atau 3, 0 sedangkan IPK saya cuma 2, 7. Yang mau saya tanyakan adakah kemungkinan lolosnya surat lamaran saya dengan IPK di bawah standar IPK yang disarankan, kemudian bagaimana saran bapak untuk mengatasi permasalahan tersebut. Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.

Wassalamu ‘alaikum Wr, Wb,

Umar

Jawaban

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Saudaraku Umar yang dirahmati Allah SWT,
Pertama – tama saya sangat berterima kasih anda masih mau memberikan ‘sedikit’ informasi tambahan tentang background kehidupan anda, sehingga saya menjawabnya dari sudut situasi yang sesuai dengan narasumber saya (bukan yang lain) karena saya perlu bisa lebih berempati secara mendalam dengan kondisi netter yang bertanya. Semoga ini bisa menjadi wacana penting yang perlu diperhatikan & diikuti oleh calon netter lain yang akan bertanya secara lebh jauh.

Alhamdulillah anda adalah salah satu hamba Allah yang sangat beruntung bisa merasakan menikmati indahnya belajar di sebuah kampus yang berstatus “Negeri”, saya mewakili berjuta – juta anak bangsa negeri ini yang belum diberi kesempatan emas untuk bisa merasakan belajar/ kuliah di kampus milik Negara.

Insya Allah saya sangat yakin, jika para lulusan SLTA yang berniat ingin melanjutkan kuliah apakah itu di provinsi Jawa Tengah atau di seluruh penjuru tanah air, maka secara spontan mereka akan mengatakan lebih suka atau lebih ingin memilih bisa diterima kuliah di kampus “Negeri”.
Misalnya, jika seseorang berhasil melaksanakan masa kuliahnya selama sekian tahun (4 tahun), maka selama 4 tahun tersebut eksistensi & aktualisasi dirinya menjadi sebuah perbincangan positif di seputar lingkungan hidupnya, malah bisa jadi jika dalam sebuah pertemuan audience nya tidak ada yang berupaya menanyakan ststus kuliahnya, maka yang bersangkutan akan dengan senang hati secara tersirat memberikan pemberitahuannya bahwa saya saat ini resmi berstatus mahasiswa di sebuah perguruan tinggi yang ternama atau paling tidak bergengsi di kota/ provinsi/ negeri ini, Allah akbar.

Sebuah status yang akhirnya tidak disadari apalagi disyukuri oleh pelakunya, mereka seakan lupa dengan suasana haru yang menggembirakan sekaligus membanggakan saat resmi pengumuman ujian masuk PTN disampaikan, sebuah status yang hanya bertahan sesaat alias tidak permanent, karena pada kasus yang saya temukan di sebuah kota hujan di Jawa Barat, saat saya selesai memberikan Seminar “Membongkar Rahasia HRD dalam Menyeleksi Lamaran Kerja” saya menyempatkan diri berdiskusi sekaligus melayani konsultasi kepada para peserta seminar saya, saat itu saya mendapatkan sebuah fenomena menarik jika tidak mau dikatakan aneh, yaitu salah satu mahasiswa baru dari sebuah daerah di Jawa Tengah curhat di tengah – tengah forum dengan mengatakan bahwa awalnya dia sangat bangga bisa diterima resmi di PTN bergengsi di negeri ini, yang konon alumninya ada yang berhasil jadi presiden, lalu mahasiswi tersebut melanjutkan penjelasannya bahwa setelah memasuki semester 2 saya mulai merasakan ketidaknyamannya. Dalam menjalani masa kuliahnya, dia sedang mengalami sebuah kondisi kebingungan karena secara pribadi dia ada keinginan untuk berhenti kuliah sementara keluarganya yang lugu di kampung amat sangat membanggakannya sekaligus mengharapkan kepulangannya meraih prestasi yang gemilang, malah kalau perlu bisa meniru seniornya yang akhirnya bisa menjadi presiden.

Inilah realita kehidupan hampir tidak mudah menemukan manusia sejati yang sanggup memahami naluri kehidupan ini bahwa setelah kejadian (baca: ditakdirkan, walaupun saya mengajari di berbagai kesempatan saya menjadi pembicara, bahwa hidup ini pilihan, & kalau kita salah memilih maka biasanya kita sedang berjalan menuju takdir buruk yang akan kita raih sendiri akibatnya ).
Bicara berhasil kuliah di PTN, ini selalu menjadi salah satu materi inti yang saya sajikan sedemikian lengkap untuk menghadirkan sebuah perubahan “Mind set” bahwa salah satu ciri calon pribadi pemenang (baca: petarung) adalah berhasil merubah kelemahannya menjadi kekuatan dirinya, misal seseorang yang hanya bisa kuliah di program diploma bukan di program sarjana S1 & hanya bisa berhasil menjalani kuliah di sebuah kampus yang berstatus “Diridhoi” serta berada di wilayah antah berantah yang tidak banyak diketahui, akhirnya berhasil menjadi figure calon manusia sukses yang dibanggakan lingkungannya. Saya sebagai Motivator Dunia Kerja Indonesia amat sangat berkepentingan agar mereka yang “Merasa” lebih banyak memiliki kekurangan, missal: saya anak daerah, berfisik belum tinggi, berparas biasa tapi belum menarik, Nilai pas – pasan, IPK belum sempat dihitung, dan masih banyak lagi yang lain, yang intinya mereka belum paham makna “Quantum IKHLAS”, alias hanya bisa berkesimpulan rumput tetangga lebih hijau dari kondisi kehidupannya.

Tentang IPK yang disakralkan, ternyata di lapangan kerja company profesional, sering kali IPK kita hanya dipakai 1 X saja (ditanyain hanya 1 X saja & tidak lebih), selanjutnya HRD akan lebih suka bertanya, menggali data, seputar hal – hal yang kita kuasai di posisi yang sedang ditawarkan. Jadi IPK bukan alasan bagi mereka yang memilki karakter & berjiwa “petarung sejati”.

Mas Umar yang dibekali kecerdasan melalui indikasi IPK yang sanggup mencapai 2, 70, saya rasa ini menjadi modal amat besar untuk berkreasi & berkreatifitas di dunia kerja. Berusahalah untuk bisa mendapatkan pekerjaan, bukan segera mendapatkan ”Gaji”, karena ini adalah bagian dari realita sarjana baru terlebih lagi mereka yang lulus dari PTN, ternyata dunia kampus baru berhasil mengantarkan lulusannya untuk baru sekedar membaca ”kitab PERCAYA DIRI” bahasa gaulnya ”PD nih yeee?”, sementara realita di lapangan banyak job seeker mengalamai kegagalan, ternyata mereka belum sempat membaca, atau sama sekali belum diajarin oleh para dosennya sebuah kitab penting yang berjudul ”kitab TAHU DIRI”.
Jadi bisa bekerja di perusahaan impian adalah bagian dari proses panjang yang optimis bisa diraih oleh siapapun yang ingin membuktikan bahwa dirinya adalah petarung sejati bukan pecundang abadi.

Semoga renungan ini bisa menjadi pelajaran kita bersama, bahwa keluhan hanya akan menjadi penyakit yang menggerogoti sendi – sendi kesuksean kita. Selamat datang didunia kerja nyata, selamat berusaha hadapi situasinya, cari alternatif solusinya, terus maju, sabar. Terus bergerak serta senantiasa bertawakkal dan berharap hanya kepada Allah SWT, agar dapat segera diberikan solusi kehidupan yang berkah. Semoga sukses & tekun menjemput takdir suksesnya.

Wallahu a’lam bishowab,
Wassalaamu ‘alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh,
Adhi Arisman,
Motivator Dunia Kerja Indonesia adhiarisman@eramuslim.com Fax: 021-86604657

Categories: Islam, Question, Tips

Resep Yang Bagus nih…..

16 May 2008 Leave a comment

KUE CINTA

bahan :
1 pria takut Tuhan,

1 wanita takut Tuhan,

100% Komitmen,

2 pasang restu orang tua,

1 botol kasih sayang murni.

bumbu:
20 galon doa,

1 balok besar humor,

25 gr rekreasi,

2 sendok teh telpon-telponan,

Semuanya diaduk hingga merata dan mengembang.

Tips:
– Pilih pria dan wanita yang benar-benar matang dan seimbang.

– Jangan yang satu terlalu tua dan yang lainnya terlalu muda karena dapat mempengaruhi kelezatan (sebaiknya dibeli di toserba bernama TEMPAT IBADAH, walaupun agak jual mahal tapi mutunya terjamin.)
– Jangan beli di pasar yang bernama DISKOTIK atau PARTY karena walaupun modelnya bagus dan harum baunya tapi kadang menipu konsumen atau kadang menggunakan zat pewarna yang bisa merusak kesehatan.
– Gunakan Kasih sayang cap”IMAN, HARAP & KASIH” yang telah mendapatkan penghargaan ISO dari Departemen Kesehatan dan Kerohanian.

CARA MEMASAK:

– Pria dan Wanita dicuci bersih, buang semua masa lalunya sehingga tersisa niat yang murni.

– Siapkan loyang yang telah diolesi dengan komitmen dan restu orang tua secara merata.

– Masukkan niat yang murni ke dalam loyang dan panggang dengan api cinta, merata sekitar 30 menit di depan penghulu dan Tuhan

– Biarkan di dalam loyang tadi dan sirami dengan semua bumbu di atas.

– Kue siap dinikmati.

Catatan:

Kue ini dapat dinikmati oleh pembuatnya seumur hidup dan paling enak dinikmati dalam keadaan kasih yang hangat. Tapi
kalau sudah agak dingin, tambahkan lagi humor segar secukupnya, rekreasi sesuai selera, serta beberapa galon doa kemudian dihangatkan lagi di oven bermerek “Tempat Ibadah” diatas api cinta. Setelah mulai hangat, jangan lupa telepon – teleponan bila berjauhan.

Selamat mencoba, dijamin semuanya 100% Halal koq! ;p

Selamat menikmati

Source :
http://akisajah.multiply.com/journal/item/3/ReSeP_kuE_CinTa…

terima kasih, sepertinya enak untuk kita nikmati…

Categories: Cerita, Tips

Perpanjang KTP, Gampang!

10 May 2008 1 comment

Kartu Tanda Penduduk penting dimiliki untuk kita yang sudah berumur 17 tahun. Tapi masa berlaku KTP ini ada batasnya 5 tahun saja dan pada batas waktu itu si pemilik KTP wajib memperpanjang KTP itu. Ada yang bilang klo perpanjang KTP itu sulit atau dipersulit, mahal, ,harus ke RT atau ke RW dululah, ada calonya. Wew… sebenernya itu hanya isu (menurut saya sih) karena menurut pengalaman saya dan sudah dipraktekan dengan baik ternyata memperpanjang KTP itu tidak lah sulit seperti yang dikatakan orang banyak. Mudah dan Murah (tetapi gak gratis nih…).

Kira-kira apa aja sih syaratnya untuk Perpanjang KTP.


Klo menurut Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil itu kira-kira :

Untuk memperpanjang Kartu Tanda Penduduk yang sudah habis masa berlakunya harus melengkapi syarat-syarat berikut :
• KTP lama yang sudah habis masa berlakunya
• Fotocopy Kartu Keluarga
• Pas foto 2 x 3 cm sebanyak 3 lembar
• Surat Keterangan lapor kehilangan KTP dari Kepolisian bagi yang kehilangan KTP
• Bukti Pembayaran Keterlambatan Perpanjangan KTP

Yah hmm hampir mirip dengan kejadian yang saya alami. Karena saya tinggal didaerah ciledug, mungkin ada yang sedikit berbeda. Yang harus dipersiapkan dan dibawa antara lain :

  1. KTP yang sudah habis masa berlakunya
  2. Foto Kopi Kartu Keluarga (KK)
  3. dan duit Rp 25.000

Yah, hanya itu. Itu juga ga pake telat. Hanya telat 2 hari setelah masa expirednya. Jadi kalau tidak salah masa kena denda itu kalau lebih dari 1 minggu baru perpanjang tuh KTP.

Oh iya, yang perlu diingat lagi. 3 persyaratan tadi itu harus dibawa ke Kelurahan setempat, dan nanti setelah itu kita akan mengisi form dari kelurahan.

Categories: Info, KTP, Tips