Archive

Archive for the ‘Film’ Category

My Mother

7 September 2009 Leave a comment

My Mother (Lyric)
By : Yusuf Islam

Who should I give my love to?
My respect and my honor to
Who should I pay good mind to?
After Allah
And Rasulullah

Comes your mother
Who next? Your mother
Who next? Your mother
And then your father

Cause who used to hold you
And clean you and clothes you
Who used to feed you?
And always be with you
When you were sick
Stay up all night
Holding you tight
That’s right no other
Your mother (My mother)

Who should I take good care of?
Giving all my love
Who should I think most of?
After Allah
And Rasulullah

Comes your mother
Who next? Your mother
Who next? Your mother
And then your father

Cause who used to hear you
Before you could talk
Who used to hold you?
Before you could walk
And when you fell who picked you up
Clean your cut
No one but your mother
My mother

Who should I stay rigt close to?
Listen most to
Never say no to
After Allah
And Rasulullah

Comes your mother
Who next? Your mother
Who next? Your mother
And then your father

Cause who used to hug you
And buy you new clothes
Comb your hair
And blow your nose
And when you cry
Who wiped your tears?
Knows your fears
Who really cares?
My mother

Say Alhamdulillah
Thank you Allah
Thank you Allah
For my mother.

Categories: Film, Info, Islam, lagu

Serial House M.D

5 September 2009 Leave a comment


Saya lagi seneng nonton serial TV House MD. Nontonnya sih dari DVD. Serial ini sebenernya sudah memulai season pertamanya pada tahun 2004, sedangkan saya baru tahu serial ini sekitar pertengahan 2009. Pertemuan pertama saya dengan serial House ini berawal dari begadang ngenet sambil nonton TV, waktu itu channelnya Indosiar. Serial ini ditayangkan kira-kira jam setengah 2 atau jam 2 pagi, waktunya suka berubah-ubah juga jadi bingung. Tapi hari penayangannya juga ga jelas tuh mungkin karena tayang pagi buta seperti acara tambahan jadi tayangnya tidak pasti. Tapi dari nonton pertama (waktu itu ternyata yang season 1) saya sudah suka banget.

Filmnya tentang dunia kedokteran. Tapi berbeda dengan serial Grey’s Anatomy atau Emergency Room. Klo di House mungkin menceritakan tentang penyakit yang sulit ditemukan penyebabnya. Serunya disitu, seperti cerita detektif. Mungkin memang Direkternya David Shore mengangkat cerita ini berdasar cerita detektif Sherlock Holmes. Wah keren deh. Setiap permasalah pasien diselesaikan dengan investigasi. Dan anehnya lagi seorang Dokter House itu tidak layaknya dokter yang kita kenal. Dia terkenal sebagai pribadi yang tidak suka menemui pasien, dia punya slogan ‘setiap orang pasti berbohong’, pokoknya dia seperti anti sosial bahkan sering berlaku Sarkastik. Tapi walaupun begitu serial ini tetaplah drama yang ada bumbu cinta, konflik antar pemain, keluarga. Pokoknya ga rugi nonton film ini dari season 1. Tapi saya baru selese sampai season 2 sih. hehehe… Menurut Ranking Medical Drama, Serial House berada diurutan pertama lho dibandingkan dengan Grey’s Anatomy, ER dan serial sejenisnya.
Selamat Menonton!

info tambahan tentang serial House:

http://en.wikipedia.org/wiki/House_%28TV_series%29

http://en.wikipedia.org/wiki/Gregory_House

Categories: Film, Info

Masih tentang WOTN

17 August 2009 Leave a comment

Ini masih lanjutan postingan saya sebelumnya tentang film Warriors Of The Net (WOTN). Sebenarnya mau membahas sedikit website WOTN yang cukup sederhana. Tapi ada yang menarik dari website itu. Jadi film WOTN ini bisa digunakan secara bebas tapi bukan untuk kepentingan yang komersil. Film ini bisa di download secara cuma-cuma melalui website ini dibagian download. Ada berbagai bahasa yang tersedia untuk di download. Uniknya, untuk penggunaan yang komersil maka harus membayar license pembayaran melalui link buy. Untungnya saya tidak menonton film ini untuk tujuan komersil tetapi untuk pendidikan, demi masa depan. hehehe…
Yah untuk lebih jelasnya bisa langsung menunjungi website WOTN dan langsung download aja filmnya.

Categories: Film, Info, tulis

Film pengingat masa kuliah

16 August 2009 Leave a comment

Ada satu film yang mengingatkan ketika awal-awal kuliah. Tau film ini klo gak salah pas semester 3 wah itu tahun 2006 awal klo gak salah lagi pokoknya dulu waktu mempelajari cisco networking dikasih nonton film ini. Oh iya sempet dua kali tapi yang keduanya dikelas waktu belajar mata kuliah Jaringan Komputer, wah lupa semester berapa tuh. Film ini judulnya Warriors Of The Net (WOTN). Film animasi ini lumayan memberikan pengertian buat mahasiswa ataupun siapa saja yang sedang mempelajari ilmu jaringan komputer. Sederhana, tapi jadi mengerti konsep dari jaringan itu seperti apa.

Nah tadi itu sempet nostalgia ketika masa kuliah networking jadi teringat juga dengan film WOTN ini. Langsung deh googling biar makin teringat masa-masa indah pegang kabel utp dan utak-atik router. Sebenernya bukan pengen liat film WOTN, awalnya lagi search film The Net nya Sandra Bullock. Tapi ko tiba-tiba ada link ke websitenya WOTN ini (http://www.warriorsofthe.net). Nah langsung deh saya klik lihat-lihat ternyata ada download filmnya juga lho. Berbagai bahasa, sayangnya tidak ada yang berbahasa Indonesia. Ya akhirnya coba-coba download yang berbahasa Inggris. Lumayan 73 MB linknya download film WOTN.

Alhamdulillah bisa dapet filmnya. Selain nostalgia jadi bisa mengulang dan mengingat kembali pelajaran tentang Jaringan Komputer dimasa-masa kuliah. Semoga bisa memacu semangat supaya bisa jadi seorang Network Engineering handal. Amin

Categories: Film, Info, tulis

Sinopsis – Sang Murabbi

17 May 2008 Leave a comment

source : SANG MURABBI

Film ini berkisah tentang perjalanan dakwah Ustadz Rahmat Abdullah. Berawal dari persepsi positif Ustadz Rahmat muda tentang profesi guru, yang merupakan rekfleksi cita-citanya saat masih duduk di bangku sekolah dasar. Setiap kali ditanya orang, apa cita-citanya, ia akan menjawab dengan mantap: menjadi guru!

Persepsi itu kemudian menjadi elan vital yang menggerakkan seluruh energi hidup Ustadz Rahmat, ketika ia menimba ilmu di pesantren Asy Syafiiyah di bawah asuhan KH Abdullah Syafii. Bakat besar dan pemikirannya yang brilian, menjadikan Ustadz Rahmat dikagumi oleh setiap orang, terutama gurunya, KH Abdullah Syafii, yang menjadikan Ustad Rahmat muda sebagai murid kesayangannya.

Ustadz Rahmat muda mulai merintis kariernya sebagai guru selulus dari Asy Syafiiyah. Selain di almamaternya, ia juga mengajar di sekolah dasar Islam lainnya di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan. Perjalanan karier yang dipilihnya itu kemudian mempertemukannya dengan guru keduanya, Ustadz Bakir Said Abduh yang mengelola Rumah Pendidikan Islam (RPI). Melalui ustadz lulusan pergururan tinggi di Mesir itu, Ustadz Rahmat banyak membaca buku-buku karya ulama Ikhwanul Muslimin, salah satunya adalah buku Da’watuna (Hasan Al-Bana) yang kemudian ia terjemahankan menjadi Dakwah Kami Kemarin dan Hari Ini (Pustaka Amanah).

Situasi ini, membuat potensi bakat Ustadz Rahmat Abdullah melejit dengan banyaknya referensi bacaan yang ia konsumsi, mulai dari kitab Arab klasik yang sudah sulit dicari, sampai buku-buku sastra dan budaya. Ia pun dikenal sebagai dai yang lengkap, karena tidak cuma menguasai ilmu-ilmu Islam yang “standard” tetapi juga persoalan-persoalan kontemporer.

Potret paripurna kedaian Ustadz Rahmat terlihat ketika ia membina para pemuda di lingkungan rumahnya di kawasan Kuningan. Ustadz Rahmat menggunakan pendekatan yang masih sangat langka di kalangan dai, yaitu dengan grup teater yang didirikannya. Para pemuda itu diasuhnya dalam organisasi bernama Pemuda Raudhatul Falah (PARAF) yang menghidupkan masjid Raudhatul Falah di bilangan Kuningan dengan kegiatan-kegiatan keislaman.

Pementasan grup teater binaan Ustadz Rahmat muda itu mendapat sambutan yang baik dari masyarakat. Salah satunya adalah pementasan berjudul Perang Yarmuk. Pada pementasan inilah, Ustadz Rahmat dan para pemuda PARAF harus berhadapan dengan aparat yang mencoba membubarkan pementasan.

Akibat pementasan itu, Ustadz Rahmat dikenai wajib lapor. Tapi, hingga hari ini, Ustadz Rahmat tidak pernah mau meladeni aturan yang menindas kebebasan itu.

“Saya tidak akan pernah datang ke kantor kalian,” kata Ustadz Rahmat kepada Suryo, seorang aparat yang bertugas menyatroninya. “Kalau ibu saya yang memanggil, baru saya mau datang.”

Keteguhan pada prinsip dan ketegasan sikapnya itulah yang membuat Suryo ngeper. Hingga bertahun kemudian keteguhan dan ketegasan itu tetap terpelihara dengan baik, meski Almarhum harus terlibat dalam wasilah (sarana) dakwah bernama partai. Ia tetap dikenal sebagai guru ngaji, inspirator kaum muda yang progresif dan berpikiran jauh ke depan. Undangan daurah satu ke daurah yang lain tetap disambanginya. Tak ada yang berubah, termasuk ciri khas yang menjadi warisan dari kedua orang tuanya yang mulia: kesederhanaan.

Ustadz Rahmat memang berada di jenjang tertinggi partai, serta terpilih pula sebagai wakil rakyat di DPR pusat. Namun, ia kerap dipergoki sedang menyetop bus kota untuk mendatangi sebuah undangan. Ia kerap terlihat jalan kaki untuk jarak yang cukup jauh. Tak ada yang berubah, karena ia sadar betul bahwa langkah itulah yang dimulainya dulu sebagai permulaan di jalan dakwah.

Hingga akhirnya, di sebuah hari yang sibuk dan berat, Ustadz Rahmat merasakah tanda-tanda kesehatannya terganggu. Namun, rasa tanggung jawabnya yang besar terhadap amanah dakwah, membuat ia tak begitu mempedulikan tanda-tanda itu.

Ia masih terlibat dalam sebuah syuro penting. Lalu, saat adzan berkumandang dan ia beranjak untuk memenuhi panggilan suci itu, ia berjalan ke tempat wudhu. Saat berwudhu, tanda-tanda itu makin kuat, menelikung pembuluh darah di bagian lehernya. Ia coba untuk menyempurnakan wudhunya, tapi rasa sakit yang merejam-rejam kepalanya membuatnya limbung.

Disaksikan oleh Ustadz Mahfudzi, salah seorang muridnya, Ustadz Rahmat nyaris terjatuh. Ustadz Mahfudzi cepat memapahnya, lalu mencoba menyelamatkan situasi. Tetapi Allah lebih sayang kepada Ustadz Rahmat Abdullah. Innalillahi wa innailaihi raaji’uun…Syaikhut Tarbiyah itu meninggalkan kita dengan senyum yang amat tulus…hujan air mata dari seluruh pelosok tempat mengiringi kepulangan beliau.

TUNGGU FILMNYA!!!

Launching Juni 2008

Categories: Dakwah, Film, Islam, Review

Sang Murabbi – The Movie

11 May 2008 Leave a comment

Alhamdulillah Akhirnya film-film Islami bermunculan didunia perfilman Indonesia. Membawa suasana baru yang lebih baik. Film yang bagus setelah ayat-ayat cinta dan kunfayakun yang baru-baru ini ditayangkan dibioskop-bioskop 21 indonesia maka sebentar lagi akan hadir film Sang Murabbi. Sebuah film yang diambil dari kisah nyata yang menceritakan sosok Almarhum Ust Rahmat Abdullah. Insya Allah film ini lebih baik dari AAC maupun KFK.

Saya baca ulasan dari Blog Sodara Hazef yang memberikan sedikit cerita tentang shooting film ini, dan dari website IQRO. Terus cari-cari trailernya diinternet dapet di YouTube.com aja, wew filmnya bikin pengen nonton nih. Jadi semangat lagi. Jadi ga sabar menunggu film ini ditayangkan di bioskop. Tapi nontonnya klo ada DVD atau VCD nya saya beli dah berapa juga.

Tentang Ustad Rahmat Abdullah bisa dilihat di link website IQRO

Merendahlah,
engkau kan seperti bintang-gemintang
Berkilau di pandang orang
Diatas riak air dan sang bintang nun jauh tinggi
Janganlah seperti asap
Yang mengangkat diri tinggi di langit
Padahal dirinya rendah-hina
(Rahmat Abdullah)

Di tunggu Filmnya untuk segera beredar dan ditayangkan.

Categories: Dakwah, Film, Islam, Review