Archive

Archive for December, 2006

LDII SESAT BOY…..!!!!!

18 December 2006 Leave a comment

Pokok-pokok Doktrin LDII Yang Menyesatkan
Pokok-pokok doktrin yang dapat menjebak orang-orang awam:

Sistem Ilmu Manqul Musnad Muttasil (system belenggu otak/system Brain Washing) melalui disiplin pengajian dengan ilmu agama pemahaman/ buatan sendiri, terus menerus digencarkan dengan metode (CBSA tradisional yang canggih) yaitu Sorongan Bandongan Qur’an Hadits Jama’ah (jama’ah Qur’an Hadits), yaitu Qur’an dan Hadits yang manqul dari sang amir Madigol Jawa Timur.

Sistem manqul, bai’at, amir, jama’ah, ta’at. Yaitu sistem yang membelenggu orang yang sudah terlanjur ikut LDII, yang intinya adalah menghancurkan akal sehat, merusak akidah yang lurus dan akhlak mulia. Maka para pengikut/jama’ah kelompok aliran LDII secara tidak sadar telah menjadi budak dan robot bagi para pemimpin aliran ini.

Sistem Taqiyyah, berupa “Fathonah, Bithonah, Budiluhur Luhuring Budi karena Allah.” Dengan menggunakan istilah-istilah yang Islami dan mulia, orang-orang yang tidak mengerti menjadi percaya dan yakin.

Sistem Mukhlis Lillah karena Allah, yaitu tujuan utama jihadnya karena ingin masuk sorga dan takut neraka. Terus menerus diulang dan ditekankan basyiran wa nadziran. Dengan menggunakan istilah kepada tujuan Allah dan surga serta takut neraka ini mantaplah sudah bagi orang yang telah terjebak menjadi sangat yakin dan fanatik kepada alirannya itu.

Sistem program 5 bab atau “system 354”.

Sistem ala Yahudi. Selalu merasa kelompok alirannya yang benar, selalu mengukur kebenaran dengan dirinya dan kelompoknya saja, sehingga tidak lepas aliran kelompok ini dari sifat-sifat ujub, takabur dan sombong.

Dalam konsep kerja operasionalnya, wajib selalu menang.

Sistem filsafat buah pisang dan pohonnya.

Sistem poligami ala manqul amir.

Sistem sakralisasi, mengkultus individukan kepada sang amir.

Sistem pengajian daerahan sebagai latihan dan praktik taat kepada amir dan sambung jama’ah.

Sistem pembentukan Muhajirin dan Anshor. Desa Gading Mangu, Perak, Jombang, Jawa Timur menjadi kawasan real estate daerah muhajirin Jawa Timuran.

Sistem jama’ah ABRI (TNI/POLRI sekarang), yang digunakan atau diperalat untuk melindungi dan membentengi kelompok aliran LDII.

Sistem SK (surat keputusan) sang amir Nurhasan Madigol tentang suksesi keamiran (pergantian kepemimpinan).

Sistem DMC (jama’ah motor club) dengan armada Harley Davison dan lain-lain.

Sistem pengajian Asrama Gribigan Hataman manqul Qur’an Hadits dengan selingan-selingan pesta pora dan latihan ketaatan kepada amir.

Sistem perintah amir, wajib membela alirannya dan wajib mempersiapkannya dengan berbagai macam kegiatan latihan.

Setiap tahun mengirimkan jama’ah untuk haji dan umrah dengan cara dan keyakinan alirannya. Juga untuk menjadi TKI/TKW atau mukimin gelap di Saudi Arabia, markasnya di Khut Aziziyyah Makkah.

Mencetak sebanyak-banyaknya kader-kader mubaligh laki-laki dan perempuan, juga mubaligh cabe rawit yang dicekoki dengan persiapan dalil-dalil untuk berdebat agar kelihatan fasih bagi orang awam, jika para mubaligh ini kewalahan bertemu dengan orang yang sedikit pinter mengenai aqidah yang lurus, maka mengajaknya untuk bertemu dengan pemimpin atasannya yang lebih banyak menghafal dalil-dalil untuk berdebat.

Sistem nasehat amir, yaitu istilah-istilah atau semboyan buatan sang amir untuk menambah keyakinan dan semangat para jama’ahnya, seperti: ribuan rintangan, jutaan pertolongan, miliaran kemenangan, surga pasti. Kebo-kebo maju. Barongan-barongan mundur dan lain-lain.

Sistem memperbanyak markas dan pesantren-pesantren mini di seluruh dunia untuk kepentingan mencetak kader-kader jama’ah.

Sistem fatwa amir. Yaitu yang menyatakan bahwa di seluruh jagat dunia ini satu-satunya aliran/jalan mutlak untuk selamat dari neraka dan masuk surga hanyalah aliran LDII dengan pegangan kitab campur sari buatan sendiri yaitu Qur’an Hadits Jama’ah/Jama’ah Qur’an Hadits Program 5 Bab dengan system 354, di luar itu pastilah kafir dan neraka.

Sistem klaim amir: 7 fakta sahnya keamiran jama’ah menurut Qur’an dan Hadits.

Sistem kitab-kitab himpunan dalil yang mencakup fiqh model aliran LDII.

Sistem pernyataan taubat kepada amir yang sifat taubatnya ditentukan amir.

Sistem nasehat amir dengan mengulang-ulang dalil : laa Islama illa bil jama’ah dst.

Sistem nasehat amir bahwa sumber hukum syariat Islam menurut aliran LDII itu ada tiga, yaitu Allah, Rasul dan amir, maka wajiblah ada tiga jenis pengajian: ngaji Allah, ngaji Rasul dan ngaji amir. Dan sumber hukum syariat yang dari sang amirlah yang utama dan nomor satu. Dalam hal ini kelompok aliran LDII telah membuat/merekayasa pemahaman agama Islam dengan diramu sedemikan rupa sesuai dengan kepentingan tujuannya dan seleranya sendiri.

Sistem adanya sumur barokah di pondok kediri yang disambungkan dengan sumur Zam-Zam di Makkah.

Sistem nasehat amir bahwa Nurhasan Ubaidah Lubis Amir (Madigol) itu lebih tinggi derajatnya dan lebih berat bobotnya dari pada manusia sedunia, maka wajiblah para jama’ah bersyukur kepada sang amir. Sebab dengan adanya sang amir maka jama’ah pasti masuk surga.

Sistem nasehat amir bahwa semua alim ulama di luar aliran kelompok jama’ah LDII itu bodoh, lalai, khianat, pelupa, pikun, ilmunya tidak sah atau batil dan orangnya diyakini pasti kafir dan ahli neraka, kekal.

Demikian itulah gambaran dogma-dogma yang diterapkan kelompok aliran LDII yang boleh jadi konsep-konsep itu akan berubah atau bertambah dan sebagainya demi lebih meyakinkan para pengikutnya dan demi menggaet orang-orang yang belum masuk menjadi anggotanya. Maka jika dilihat pada permukaannya, aliran ini tertutup bagi orang diluar alirannya. Kepada orang-orang yang masih bimbang masuk ke jama’ahnya, mereka lebih menampakan kepada akhlak yang secara dhahir lebih mulia, lebih Islami, sabar, ulet, dengan berjenggot dan celana yang di atas mata kaki dengan fasih mengeluarkan dalil-dalil yang telah dihafalkannya. Maka tertariklah orang yang awam, terlebih lagi dengan cekokan surga dan neraka.

Advertisements
Categories: Uncategorized

Kebebasan Beragama???

18 December 2006 Leave a comment

Banyak wacana tentang kebebasan beragama yang selalu di gembar-gemborkan oleh beberapa kelompok manusia. Mereka berteriak-teriak semua orang bebas memiliki agama tidak boleh ada penghinaan dll. Sekarang makin banyak website yang mengaku memegang motto agar setiap manusia bebas dalam memeluk agama tanpa intervensi dari orang lain, tetapi ujung-ujungnya mereka tetap saja menghina keberadaan suatu agama. Contohnya :
http://www.indonesia.faithfreedom.org/forum/, dan
http://freehosting.gpn.net.id/~somad/ffi.html.

Dua forum diatas berisikan berita-berita yang tidak dapat dipertanggung jawab oleh para pengelolanya. Isinya sebagian besar hanya fitnah, hinaan kepada agama tertentu. Penghinaan tertuju pada agama mayoritas di Indonesia. Hebatnya website/forum ini membawa bendera KEBEBASAN BERAGAMA, tetapi isinya tidak mencerminkan motto mereka.

website-website ini adalah contoh website yang dapat menyesatkan banyak umat, dan masih banyak lagi website yang serupa dengan website diatas. Tidak menutup kemungkinan website ini yang selalu menyebabkan konflik antar agama di negara Indonesia.

Categories: Uncategorized

POLISI & TNI SAMA AJA

16 December 2006 Leave a comment

Gara-gara Duit Polisi bunuh orang, ga jauh beda dengan TNI yang sok patriot sok,,

Categories: Uncategorized

Polisi VS TNI

16 December 2006 Leave a comment

Saling tembak antara polisi dan TNI kembali terjadi. Kali ini, antara personel TNI-AD dari Kodim 0406 Mura, Sumatera Selatan (Sumsel), dan aparat dari Polres Mura serta Polsek Tugumulyo. Baku tembak itu terjadi dua kali dan menewaskan dua orang (satu dari polisi, satu lagi dari TNI) serta menyebabkan tiga aparat luka-luka.

Korban tewas dari TNI adalah Serma Eddy Subejo. Dia tewas seketika setelah kepalanya ditembus timah panas. Yang dari polisi ialah Bripda Evi Yudha. Dia mengalami luka tembak di dada kiri, tembus hingga ke punggung.

Yang mengalami luka-luka adalah Serka Subandrio (di leher kanan) dan Bripda Yani (di paha). Seorang lagi, Amrullah, adalah aktivis LSM FPR-R, yang menderita luka tembak di pinggang.

Informasi yang dihimpun Linggau Pos dari tempat kejadian, baku tembak pertama terjadi sekitar pukul 01.30. Saat itu, Serma Eddy yang berdinas di Koramil Muara Lakitan bersama dengan Serka Subandrio yang berdinas di Koramil BKL Ulu Terawas serta Amrullah mengawal beberapa truk yang memuat sawit. Eddy cs mengawal dengan menggunakan mobil Panther biru tua bernopol BG 2273 MG.

Saat melintas di depan Polsek Tugumulyo, Mura, rombongan Eddy berhenti. Eddy yang mengenakan pakaian dinas turun dari mobil. Kemudian, dia bermaksud ngemel (memberikan uang kepada petugas jaga) di Polsek Tugumulyo. Saat itu, petugas yang piket di polsek tersebut adalah Briptu TA bersama dua temannya. Saat itulah, terjadi perang mulut antara Eddy dan TA.

Menurut Amrullah, perang mulut itu dipicu masalah uang ngemel. “Saat turun, Kak Eddy memberikan uang Rp 50 ribu. Tapi, kata petugas yang jaga di polsek itu, Rp 50 ribu tersebut kurang. Mereka minta Rp 75 ribu,” cerita Amrullah. “Kak Eddy sudah mau datang ke polsek untuk ngemel itu sudah hal baik. Tapi nyatanya, semua itu dibalas dengan tidak baik,” katanya

Karena Eddy tak mau memberikan tambahan, terjadilah perang mulut. Dalam kondisi emosi yang tak terkendali, TA melepaskan tembakan secara membabi buta empat kali hingga mengenai kepala Eddy. Bintara TNI itu pun roboh dan tewas seketika di tempat kejadian. Tubuh Eddy roboh di depan ruangan Bataud Polsek. Tembakan beberapa kali itu juga mengenai Amrullah dan Subandrio. Tapi, keduanya hanya mengalami luka-luka.

Usai penembakan itu, Serka Subandrio langsung lari ke Koramil Tugumulyo untuk meminta bantuan. Tak lama berselang, petugas piket langsung menghubungi Kodim 0406 Mura agar segera mengambil jenazah Eddy.

Anggota kodim kemudian datang mengambil jenazah almarhum. Saat itu, suasana di Polsek Tugumulyo sudah sepi. Saat mengambil jenazah Eddy, emosi beberapa personel dari Kodim 0406 tersulut. Di antara mereka ada yang melepaskan tembakan ke arah beberapa fasilitas milik polsek. Bahkan, kaca depan mobil patroli dan kaca rumah dinas Kapolsek dipecah.

Karena keadaan itu, Polsek Tugumulyo langsung minta bantuan ke Polres Mura. Tak lama kemudian, datang beberapa personel SPK (Sentral Pelayanan Kepolisian) dari Polres Mura dengan menggunakan mobil. Begitu tiba di depan Polsek Tugumulyo, mobil itu diberondong peluru oleh beberapa personel kodim. Insiden tersebut menewaskan Bripda Evi Yudha yang saat itu duduk di jok depan. Sedangkan temannya yang duduk di sebelahnya, Bripda Yani, mengalami luka-luka. Baku tembak yang kedua itu terjadi sekitar pukul 03.00.

Para korban kemudian dibawa ke RSU Mura. Korban luka dari TNI Serka Subandrio menjalani perawatan di RS DKT. Amrullah dirujuk ke Palembang untuk menjalani operasi pengambilan peluru yang bersarang di tubuhnya. Jenazah Evi Yudha dibawa ke Curup untuk dimakamkan di sana. Sementara itu, Eddy yang berdomisili di Jalan Durian, Taba Jemekeh, dimakamkan di TPU Batu Nisan, Taba Jemekeh.

Kapolres Mura AKBP Drs R. Sunanto MM saat dikonfirmasi di ruangan kerjanya kemarin mengatakan, pihaknya belum bisa memastikan motif dari kasus itu. “Kita akan kerja sama dengan Polisi Militer (PM) untuk melakukan penyelidikan. Saat ini Briptu TA sudah kita amankan di sel,” ujarnya.

Polsek Tugumulyo, kata Sunanto, saat ini sudah diambil alih oleh brimob dan PM karena ada empat orang tahanan di sana. Apalagi, anggota polsek semenara ditarik ke polres. Selanjutnya, operasional tetap berjalan seperti biasa. “Operasional polsek ditangani brimob dan dibantu PM untuk pengamanannya,” jelasnya.

Di tempat terpisah, Komandan Kodim (Dandim) 0406 Mura Letkol (Inf) Dudung Abdurachman ketika dikonfirmasi wartawan mengatakan bahwa kasus itu masih diselidiki. Mengenai anggota yang menembak hingga menewaskan Bripda Evi Yudha dan melukai Bripda Yani, pihaknya juga sedang menyelidiki bersama petugas PM. “Motifnya kita belum tahu. Namun, kini PM sedang menyelidiki, tandas Dandim.

Dandim juga menjelaskan, pengawalan yang dilakukan almarhum Eddy dan Subandrio adalah ilegal. Karena itu, dia juga sudah menarik senjata dan anggota agar tidak melakukan hal-hal yang tidak diinginkan. “Ini adalah perbuatan oknum, bukan institusi. Makanya, diminta anggota tidak melakukan hal-hal yang tidak diinginkan,” tandasnya.

Subdempom II/4-5 Lubuklinggau Kapten (Cpm) M. Yusuf menjelaskan, pihaknya masih menyelidiki dan mengumpulkan data-data untuk mengungkap kasus tersebut. Pelakunya juga sedang diselidiki. [www.rileks.com]

Categories: Uncategorized

Penghargaan untuk Pembunuh Hutan

16 December 2006 Leave a comment

Wahyu Ari Wicaksono 15-Des-2006, 18:59:50 WIB – [www.kabarindonesia.com]

Aktifis Greenpeace, 7 Desember 2006 menumpahkan daun dan ranting kering di kantor pusat PT Kayu Lapis Indonesia sebagai langkah simbolis untuk mengembalikan sisa-sisa praktek pengrusakan hutan Papua.

Greenpeace juga memberikan ucapan selamat dalam bentuk karangan bunga berukuran besar bertuliskan “Congratulations Kayu Lapis Indonesia, Forest Killer in Papua”. Aksi tersebut dimaksudkan untuk menunjukkan kepada public bahwa perusahaan ini telah sukses menjadi “pembunuh” hutan Papua karena beroperasi tanpa mengindahkan peraturan kehutanan yang berlaku.

Perusahaan seperti ini merusak hutan alam Indonesia dengan kecepatan yang luar biasa. “Pada saat investigasi kami menemukan bukti bahwa Kayu Lapis Indonesia bertanggung jawab dalam memusnahkan hutan alam di Papua dan Kalimantan,” kata Hapsoro, Juru Kampanye Hutan – Greenpeace Southeast Asia.

“Jika tidak dilakukan tindakan secepatnya untuk menghentikan praktek-praktek ilegal dan merusak, masa depan hutan Indonesia sudah bisa dipastikan akan suram. Pemerintah harus segera bertindak tegas untuk mencegah kerusakan lebih lanjut bagi hutan kita yang semakin berkurang jumlahnya,” tambahnya.

Laju kerusakan hutan Indonesia termasuk yang tertinggi di dunia. Padatahun 2005 diperkirakan 2.8 juta hektar hutan menghilang setiap tahunnya, sebagaimana baru-baru ini dinyatakan oleh Menteri Kehutanan Indonesia, Malam Sambat Kaban.

Pada bulan April tahun ini Greenpeace menerbitkan laporan berjudul ForestCrime File: Kayu Lapis Indonesia – Untouchable God of Indonesian ancient forest destruction. Laporan ini memuat bukti bahwa Kayu Lapis Indonesiabeserta anak-anak perusahaannya berulang kali terlibat dalam kegiatan pembalakan liar dan beragam pelanggaran peraturan kehutanan Indonesia.

Bukti yang ditemukan oleh Greenpeace antara lain menebang di dalam zona penyangga sungai-sungai kecil, serta mengelabui masyarakat setempat dari mendapatkan royalti yang disepakati. Kayu Lapis Indonesia adalah salah satu perusahaan penebangan dan pengolahan kayu terbesar di Indonesia.

“Kegiatan logging yang merusak seperti yang dilakukan oleh Kayu LapisI ndonesia di Papua harus segera dihentikan, jika tidak ingin Indonesia kehilangan hutan-hutannya untuk selamanya,” lebih lanjut Hapsoro menegaskan.

Greenpeace telah melaporkan Kayu Lapis Indonesia ke Departemen Kehutanan agar diaudit secara resmi pada awal tahun 2006. Salah satu hasil audit tersebut menyatakan Kayu Lapis Indonesia telah melakukan pembukaan lahan untuk keperluan pembukaan perkebunan kelapa sawityang telah melanggar ketentuan pemerintah.

Greenpeace adalah organisasi kampanye yang independen, yang menggunakan konfrontasi kreatif dan tanpa kekerasan untuk mengungkapproblem lingkungan hidup, dan mendorong solusi yang diperlukan untukmasa depan yang hijau dan damai.

Stop Dreaming Start Action

Categories: Uncategorized

Polisi Emang sialan

15 December 2006 Leave a comment

Iya tuh polisi emang banyak yang ‘sakit’.

Saya juga pernah kena razia kendaraan (bulan ramadhan 2006) waktu itu jam setengah 12 malem lagi naik motor di daerah jembatan pos pengumben deket pom bensin baru/super indo. Polisi lagi ngRazia motor (polisi dengan kopel coklat bukan kopel putih). kebetulan lampu depan lagi rusak jadi ga bisanya, eh diStopin sama seorang polisi (tadiny mo kabur terus berhunbung lagi operasi banyak polisi kayaknya bakal dikejar). Trus dia basa-basi minta sim+stnk & tanya kenapa lampu mati, ya udah saya jawab dengan jujur, eh dia ga percaya, trus dia tanya mo tilang atau ‘damai’? ya udah dengan langsung saya jawab “Tilang aja pak”. karena saat itu saya pikir ga akan saya kasih sepeser pun uang buat dia, karena lagi bulan puasa mungkin dia lagi cari uang tambahan juga.

Setelah saya minta dikasih tilang aja (sidang pengadilan), eh dengan bodohnya dia meyakinkan saya lagi, mau ditilang kenapa ga damai aja. Dalam hati saya makin yakin kalo dia cuma mo cari uang haram aja. selama dia lagi tulis surat tilang saya melihat keadaan sekitar. walaupun banyak polisi ditempat itu hanya ada beberapa mobil polisi (klo tidak salah 3 mobil), tapi anehnya tidak ada yang bawa motor (buat ngejar orang yang kabur). Dalam hati saya makin yakin klo operasi ini hanya akal2an Polisi aja.

Saat sidang dipengadilan negeri jakarta barat saya didenda 50.000 rupiah. saya bayar keadministrasi dengan ibu Yati. bu yati tanya sama saya melanggar peraturan apa, trus saya jawab klo lampu saya mati pas malam hari. dia bingung ko dendanya gede banget, sambil bingung lihat surat tilang saya melanggar pasal 5**-**** (saya lupa pastinya pasal berapa), katanya + kata tukang parkir pengadilan angka didepan pasal menandakan berapa banyak kita harus bayar denda (co: jika kepala 3 berarti baya 50.000). Dengan melihat kebingungan si ibu yati itu saya berpikir mungkin pak polisi yang menilang saya kesal ga dapet duit, jadinya saya ditilang dan bagaimana caranya cukup menguras kantong saya walaupun si polisi ga kebagian. Mudah-mudahan uang saya juga masuk kekas negara bukan ke kantong yang tidak berhak.

Categories: Uncategorized

Hati-hati sama POLISI, Hati-hati beli CD&DVD diMangga Dua

15 December 2006 Leave a comment

(dari milis [IndoCrack])
Hati-hati beli CD&DVD diMangga Dua

Asalamualaikum wr. Wb.

Hati-hati bila anda habis membeli cd dan dvd mangga dua
karena sekarang ada modus baru pemerasan dengan mengaku sebagai polisi yg sedang razia cdbajakan

Kejadian ini terjadi pada hari Minggu, 10 Desember 2006 jam 13.30 wib

Waktu itu saya mau pulang dari mangga dua habis membeli cd2 program desain(kebetulan saya hobi mendesain) dan harddisk lalu menuju stasiun pangeran jayakarta dengan berjalan kaki. Saat itu saya tidak merasa ada yangmembututi saya, karena itu saya tidak ada perasaan curiga. Lagi pula sayaterbiasa ke mangga dua bila sendiri selalu pulangnya ke stasiun tersebut dan saat itu saya Cuma memakai kaos oblong, jeans dan sandal jepit tanpa memakai jam tangan.

Saat saya sedang menunggu kereta saya men-cek cd2 yg saya beli dengan bonnya takutnya ada yg tertinggal, kemudian tidak berapa lama kereta datang kemudian saya masuk dan menyusuri gerbong untuk mencari bangku yang kosong dan akhirnya ada satu bangku kosong dan saya langsung duduk dibangku itu tetapi ternyata ada bapak2 yang cukup besar yg memaksa duduk disebelah saya, saat saya masih belum curiga.

Tiba2 orang itu menanyakan apakah saya habis beli cd, saya pikir hanya pertanyaan biasa maka saya jawab iya, lalu dia meminta saya untuk mengeluarkan tersebut dia bialng dia ingin lihat lalu saya berikan dan diabilang dia adalah polisi yg sedang merazia cd bajakan, saat itu ada temannya satu lagi yg cukup besar juga menghampiri saya. Sebenarnya saya ingin menanyakan kartu identitas kalau memang benar mereka itu oknum polisi, tapi entah kenapa saya tidak berani mungkin saya sudah di desak 2 orang yg besar2 sehingga menyiutkan nyali saya. Jika saya lari nanti malah saya nanti diteriakin maling. Akhirnya oknum tersebut menahan cd saya dan meminta saya untuk membuat surat pernyataan di kantor polisi.

Saat kereta berhenti di gondangdia saya diminta turun bersama mereka,ternyata ada temannya satu lagi yag ikut turun jadi total mereka ada 3. Lalu saya dibawa keluar stasiun. Anehnya saat keluar stasiun saya dimintai karcis oleh petugas tetapi oknum2 tersebut dibiarkan lewat saja, ini membuktikan kalo petugas2 tesebut sudah kenal dengan oknum2 itu. Sampai di luar stasiun tiba2 mereka menyetop taksi mirip2 bluebird, saya tidak memperhatikan tak siapa karena saat itu saya panik. Lalu saya disuruh masuk ke taksi tsb, satu duduk di depan dan saya duduk ditengah belakang dengan dihimpit oleh mereka berdua. Lalu mereka meminta supir taksi itu untuk ke arah kelapa Gading.

Sepanjang perjalanan mereka menginterogasi saya layaknya seorang polisi dan mereka bilang saya akan masuk penjara, tapi mereka tidak berbicara dengan kasar melainkan berbicara biasa saja seperti orang yg sedang memberi nasehat. Kemudian tas saya dibongkar begitu juga dengan dompet saya tapi mereka tidak mengambil apa2 dan mengembalikan lagi dompet saya. Akhirnya negosiasi dimulai dengan mereka menawarkan kalau ingin dibantu saya harus membayar sebesar Rp 5 juta. Saya katakan ya sudah kalau memang harus begitu. Saya tidak berani menolak mereka akan bawa saya ke kantor polisi tapi dalam pikiran saya nanti mereka malah membawa saya ke sutau tempat dimana nanti malah saya dilukai, saya berusaha menurti kemauan mereka agar mereka tidak mengapa2kan saya. Akhirnya salah dari mereka meminta kartu ATM dan PIN saya yang kebetulan saat itu saya sedang membawa kartu ATM Bank Permata dan lagi saya baru ingat saat itu saldonya 3 kali lebih banyak sadari yg mereka minta. Dan akhirnya taksi berhenti di gedung BNI di daerah Rawamangun sebelum Arion Plaza jika dari arah pulo gadung. Si oknum memutuskan untuk mengambil di ATM BNI karena tidak ada ATM permata di daerah kecuali di Arion Plaza tapi mungkin mereka tidak mau ambil resiko di tempat keramaian. Saya di dalam taksi dijaga oleh 2 orang dan satu orang ke ATM. Saya berpikir saat ituh abis lah semua tabungan saya. Dan saya terus berdoa agar tidak d lukai oleh mereka.

Sehabis mereka menguras ATM saya (saat itu kartu ATMnya saya minta kembali)kemudian salah satu dari mereka agak memaksa untuk menggunakan kartu kredit saya untuk dibelikan handphone tetapi saya memohon agar jangan digunakan Karena saya rasa uang dari ATM saya sudah lebih dari yang mereka minta dan benar satu dari mereka mengatakan “tidak usah lah, sudah cukup!”, mungkinKarena tidak jadi menggunakan kartu kredit saya dia meminta hp cdma saya dan uang yang ada di dompet saya kalau tidak salah ada sekitar 300 ribu dan saya hanya diberi ongkos pulang 10 ribu. Mungkin karena mereka sudah merasa cukup lalu saya diturunkan sebelum di perempatan pramuka.

Saat itu saya bingung mau ke mana, akhirnya saya pergi ke Arion Plaza untuk mengecek sisa saldo ATM saya sekalian mau ambil buat ongkos pulang. Setelah di cek, Alhamdulillah ternyata mereka hanya bisa mengambil sekitar 9 jutaan karena sebelumnya saya di mangga dua sudah menarik 900 ribuan, karena limit kartu saya satu hari Cuma bisa menarik 10 juta. Karena tidak ada ongkos buat pulang akhirnya saya menelpon teman saya dan dia mau menjemput saya dan saya memutuskan untuk menunggunya di dalam wartel karena saat itu saya masih syok dan merasa paranoid dengan keadaan di luar. Akhirnya teman saya datang barulah saya merasa lega dan aman.

Dari kejadian tersebut saya berkesimpulan kalo mereka itu kemungkinan besar adalah adalah oknum2 iseng karena dari cara mereka menginterogasi sudah terlihat professional dan lagi pula kalo mereka memang penjahat saat ditaksi pasti mereka langsung meminta ATM saya dan melukai atau mungkin saya bisa saja dibunuh. Dan daerah operasi mereka di mangga dua dan sekitarnya. Saat itu saya bersyukur karena saya masih sehat walafiat tanpa kurang sesuatu apapun walaupun saya harus kehilangan harta tapi saya ikhlaskan saja karena harta masih bisa di cari tapi kalau nyawa? Karena itu saya memutuskan untuk tidak melaporkan masalah ini ke polisi karena kemungkinan duit saya tidak balik malah saya keluar duit lagi. Lagi pula ini mungkin yang di Atas sedang menegur saya.

Karena itu saya sarankan :-

-Jika anda berpergian jangan pernah sendirian minimal ajak teman 1 orang
– Bawalah duit secukupnya
– Jika harus membawa kartu ATM, bawalah yang saldonya minim
– Jika keluar dari mall (bila naik kendaraan umum) awasi sekitar kita, apakah ada yang mencurigakan
– Segera ke arah pos penjagaan jika memang merasa dibuntuti Mohon di sebarluaskan email ini agar tidak jatuh kembali korban2 berikutnya

Wassalam..

Best Regards,

Categories: Uncategorized